Back Cover
Perang Bubat adalah peristiwa sejarah yang menjadi kontroversi di antara budaya Sunda dan Jawa, dan melahirkan berbagai prasangka di antara keduanya.
Mengapa rombongan Kerajaan Sunda yang datang ke Bubat, Majapahit, untuk mengantar Putri Dyah Pitaloka menjadi istri Prabu Hayam Wuruk, diserang pasukan Majapahit yang bersenjata lengkap? Peran Mahapatih Gajah Mada dalam tragedi itu juga menjadi bahan perdebatan. Apakah insiden itu disebabkan ambisinya untuk menyempurnakan Sumpah Palapa dengan menaklukkan Sunda? Ataukah ia sebenarnya hanya dikambinghitamkan oleh orang-orang yang dengki atas ketenarannya? Benarkah sesungguhnya di antara Dyah Pitaloka dan Gajah Mada pernah terjalin hubungan asmara?
Berbagai sumber sejarah memberikan versi yang berbeda tentang kejadian tersebut. Penulis novel ini, seorang pemerhati sejarah Sunda, menggali sumber-sumber sastra lisan yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Bandung selatan, Garut, Lawang Sumber di tepian Kota Surabaya, hingga ke Bubat di Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Inilah kisah Perang Bubat yang sangat berbeda dari versi yang selama ini kita ketahui dari sejarah resmi.
Mengangkat kembali peristiwa Perang Bubat itu dalam jalinan kisah yang memukau, filmis, dan asyik. --Maman S.Mahayana, Kritikus Sastra, Pengajar FIB-UI.
Review Pembaca ( beri review untuk buku ini )
Resensi Buku Ini
Merunut Hulu Perang Bubat Koran Tempo, 17 Mei 2009
Buku yang berkisah tentang Perang Bubat
dikarang oleh Aan Merdeka Permana. Aan memulai dengan berseminya benih cinta di
antara dua manusia. Yakni Putri Dyah Pitaloka dengan seorang pegawai rendahan
Keraton Sunda Galuh bernama Ramada. Ramada dalam buku Perang Bubat setebal 328
halaman terbitan Qanita ini kemudian diketahui sebagai Gajah Mada, patih dari
Kerajaan Majapahit.
Buku ini mengangkat kembali kisah tentang Perang
Bubat, yang terjadi pada 1357, dalam sebuah novel sejarah. Tentu dengan versinya
sendiri.
Aan, penulis Bandung kelahiran 1950, lebih banyak menceritakan
kisah-kisah yang terjadi di Kerajaan Sunda Galuh. Peraih Hadiah Sastra Samsudi
2009 dari Yayasan Rancage ini lebih banyak menuliskan kisah kehidupa... Selengkapnya |
|