Back Cover
Buku ini merekam “perantauan” seorang insan Minangkabau, putra Indonesia, dan intelektual Muslim. Bukan hanya perantauan lahiriah, tetapi perantauan intelektual dan spiritual. Tanpa henti berusaha melintasi batas-batas,
mencoba merengkuh cita-cita “alam terkembang menjadi guru”. Batas-batas itu bisa berupa geografi ataupun fanatisme mazhab yang menghalangi manusia mengembangkan dirinya dan mewujudkan potensinya.
Inilah perjalanan hidup Ahmad Syafii Maarif. Dengan bahasa khas, ia menelusuri kembali jejak-jejak perjalanannya melalui berbagai “titik kisar”. Masa kecil di Sumpur Kudus, Sumatera Barat. Hari-hari menuntut ilmu di Yogyakarta hingga Chicago. Perjalanannya bersama Muhammadiyah hingga mendapat amanah menakhkodai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu mengarungi masa reformasi yang penuh gejolak. Langkahnya tak berhenti di situ. Buya Syafii berusaha menembus sekat-sekat di antara umat manusia, merengkuh semua golongan untuk bersama mewujudkan nilai pluralisme, kebersamaan, dan semangat saling memahami.
Autobiografi
ini mengajarkan kesederhanaan hidup, konsistensi, independensi,moralitas adiluhung dan pergumulan panjang pencarian
kebenaran.Buya Syafii bukan hanya milik Muhammadiyah dan umat Islam; dia adalah milik bangsa.
—Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, Ketua Umum PP
Muhammadiyah
Review Pembaca ( beri review untuk buku ini )
Resensi Buku Ini
Jalan Syafi i Merengkuh Dunia Koran Jakarta, Jumat, 19 Juni 2009
Bagi sebagain orang, autobigrafi yang merekam riwayat hidup seseorang pasti memiliki nilai lebih yang bisa dipelajari dari figur bersangkutan yang dituangkan dalam bukunya. Pendapat itu berlaku juga pada sosok Ahmad Syafii Maarif yang merekam jejak hidupnya dalam Titik-titik Kisar di Perjalananku.
Buku yang dibagi dalam sembilan bagian berisi kisah hidup Syafii Maarif sebagai anak Minangkabau, tindakannya yang luar biasa dengan berani meninggalkan tanah kelahirannya menuju kota pendidikan Yogyakarta, pergulatan hidupnya ketika menempuh kuliah di Amerika Serikat, hingga pandangannnya terhadap nasib masa depan Indonesia, dikupas satu per satu secara gamblang oleh guru besar bidang sejarah tersebut.
Pada bab pertama, dituturkan... Selengkapnya |
|
|
|
| Keranjang Belanja |
MASIH KOSONG |
|
VERSI EBOOK Mobipocket belum tersedia
|

|