Buku:7.163  eBook:3  Member:6.560  add user Join Member
Sudah menjadi member?
Konfirmasi Pembayaran
YM Dinamika     YM Dinamika
Pendekar Sendang Drajat
Pesisir Utara Majapahit di Abad Ke-16
Penulis: Viddy AD Daery
Review: nilai Terbit : Mei 2009
Penerbit: Pustaka Alvabet ISBN: 978-979-30xxx
Ukuran: 11,5 x 18 Cover: SC
Halaman: 236 / Berat Buku: 350 gram
Stock : Tersedia Total: 1 Resensi
 
 
Pendekar Sendang Drajat

          Berbagi di Facebook

Back Cover

Di usia senja kekuasaannya, Kerajaan Majapahit yang rapuh secara politik kehilangan kendali “hukum”. Tak ada lagi aturan, tak ada lagi moral, tak ada lagi tata susila. Kehidupan masyarakat kacau-balau: angkara murka merajalela, kejahatan merebak di mana-mana, perampok dan oknum penguasa semena-mena terhadap rakyat jelata.

Pada masa itulah berkelebatan seorang pendekar sakti mandraguna. Dalam pengembaraannya, sang pendekar kerap berikhtiar mengamankan kawasan pesisir utara dari sepak terjang kaum durjana. Namun, pendekar itu—yang merupakan cucu Sunan Drajat dan Sunan Sendang Duwur—tak hanya mengumbar kekerasan terhadap penjahat, tapi juga memberi pencerahan dengan bahasa dakwah yang lembut dan damai.

Melanjutkan tradisi SH Mintardja, Pendekar Sendang Drajat adalah novel silat tentang wilayah paling utara Majapahit di tahun 1500-an—wilayah itu dulu disebut Pamotan-Tuban (kini bernama Lamongan), tempat benteng pasukan Majapahit paling berani. Inilah karya yang mengungkap satu fragmen riwayat kerajaan terbesar di Nusantara yang tak terkupas oleh buku-buku sejarah kerajaan.

Review Pembaca ( beri review untuk buku ini )



Resensi Buku Ini

Fragmen Sejarah Majapahit dalam Sebuah Novel
Ruang Baca Koran Tempo | Minggu, 28 Juni 2009 | Oleh Yanto Musthofa

Pernahkan nama Tenggulun (Trenggulun) dibincangkan orang sebegitu heboh, bahkan di tingkat intenasional, sebelum tragedi bom Bali 2002? Tidak, tentu saja. Tenggulun sampai kini pun masih tetap sebuah desa yang cukup terpencil dari jalur ekonomi utama Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Desa itu kini bagian dari Kecamatan Selokuro, pemekaran dari Kecamatan Paciran.

Di suatu masa menjelang punahnya kejayaan Mahapahit pada abad ke-16, terbetik kabar sekelompok pesilat muda meluruk wilayah Pringgoboyo. Dengan garang, mereka membantai habis rombongan pendatang dari Eropa saat menyusuri anak sungai Bengawan Solo dengan perahu Portugis. Para pesilat itu adalah abdi wilayah perdikan Trenggulun, yang k... Selengkapnya


Buku Sejenis

1.
2.
Penulis: Amelia Grey
3.
Penulis: Clara Ng
4.
5.
Penulis: M. D. Lachlan
6.
Penulis: Agus Sunyoto
7.
Penulis: Bagus Dilla
8.
9.
10.
11.
Penulis: Wawan Susetya
12.
13.
Penulis: Ramsay Wood
14.
15.
Penulis: Nh Dini
16.
Keranjang Belanja
MASIH KOSONG

Harga Normal Rp. 37.000
Harga Rp. 31.450
(hemat Rp. 5.550)

VERSI EBOOK Mobipocket
belum tersedia









Lupa password?

paypal logo   Bank BCA Mandiri Logo