Back Cover
Islam, Kristen, dan Yahudi memiliki lebih banyak unsur pemersatu daripada titik seteru. Ada banyak sekali kesamaan terkait dengan isi kitab suci maupun kisah tentang para nabi. Ketiga agama besar ini pun sama-sama menandaskan bahwa ketaatan sejati terhadap wahyu Ilahi harus dilambari hubungan yang benar dengan Tuhan dan sesama manusia. Bahkan, ketiganya dapat dipandang sebagai satu agama, sebagaimana diungkapkan secara berulang-ulang dan gamblang dalam Alquran: agama yang ditetapkan Tuhan untuk Nabi Muhammad dan pengikutnya adalah juga agama yang ditetapkan untuk Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa.
Kesatuan agama-agama Ibrahimi ini diibaratkan oleh Jerald F. Dirks laiknya sebuah pohon. Tiap-tiap agama mendaku sebagai batang utama pohon wahyu yang benar dan vertikal. Dua agama lainnya pun dianggap sebagai cabang yang menyimpang dari batang utama. Dari kiasan inilah Dirks beranjak membahas topik demi topik, termasuk petualangannya dari agama Kristen ke Islam.
Semua tersaji begitu mudah dan indah. Ringkasan-ringkasan cermat dan akurat akan membantu Anda memahami inti ajaran, sekaligus landasan kesamaan dan akar perbedaan, dari ketiga agama ini. Dirks juga menjawab sejumlah pertanyaan dasar seputar apa yang mesti dilakukan setelah mengetahui kesamaan dan perbedaan yang ada. Menurutnya, meyakini agama sendiri sebagai agama terbaik bukanlah fanatisme (intoleransi), melainkan ekspresi keimanan. Fanatisme baru terjadi manakala kita tak mampu menghargai tradisi agama dan keyakinan pihak lain. Maka, setiap pemeluk agama harus memperhalus retorika kala membahas agama lain. Dan, mereka harus berfokus pada visi yang lebih tinggi dari ketiga agama ini: komitmen menyembah Tuhan Yang Maha Esa, pemberantasan penyakit-penyakit sosial, dan upaya memperbaiki kesejahteraan hidup sesama.
Review Pembaca ( beri review untuk buku ini )
Resensi Buku Ini
Islam Yang Selalu Disalah Pahami Yahudi, Nashrani (Kristen), dan Islam dapat dikatakan sebagai tiga agama yang masih bersaudara dekat. Karena sama-sama bersumber dari ajaran Ibrahim. Namun, dalam bentangan sejarah ketiga agama ini sering terlibat perseteruan yang sangat melelahkan. Konflik yang terjadi antara ketiga penganut agama yang meskipun dipicu oleh kepentingan politik sangat mudah dicarikan doktrin theologis pembenar untuk mengabadikan dan mangalihkan konflik menjadi konflik agama.
Buku yang ditulis muallaf mantan pendeta kristen ini berusaha meluruskan beberapa kesalahpahaman yang diabadikan oleh sejarah untuk terus memproduksi konflik tiga agama bersaudara ini. Kalau kemudian isu sesat tentang Islam yang beredar di kalangan barat mendapat porsi paling banyak dibahas di dalam buku ini bukan karena pe... Selengkapnya |
|
|
|
| Keranjang Belanja |
MASIH KOSONG |
|
------------------ STOCK HABIS ------------------ VERSI EBOOK Mobipocket belum tersedia
|

|