Back Cover
Mencari
Tuhan Sepanjang Zaman ialah renungan tentang perkembangan agama dan
penghayatan ketuhanan berdasarkan Kosmologi Proses. Berbeda dengan
konsep evolusi Darwin, kosmologi proses menganggap alam semesta
berevolusi menurut “pola” atau “hukum” kebaikan menuju suatu finalitas
(tujuan). Pola atau hukum itu menjadi “format” dalam evolusi semesta,
namun manusia yang merdeka harus jatuh bangun menafsirkannya.
Sedangkan, tujuan itu ialah Tuhan sebagai “muara” dari kehidupan setiap
makhluk, sehingga kehidupan duniawi ini tak sekadar gelembung sabun
dari kesia-siaan yang tandas. Whitehead melihat perkembangan “agama-agama dunia” dari
kacamata pengalaman manusia dalam kebudayaan. Meskipun bertolak dari
penghayatannya sebagai seorang Kristiani, yang dibicarakannya sebagai
filosof sebenarnya adalah semua agama dunia. Dalam penafsiran
Whitehead, agama-agama dunia berkembang dari “masa kanak-kanak” berupa
“agama suku”, ke arah kesadaran bahwa agama bersangkutan adalah “rahmat
bagi seluruh alam”. Dalam perkembangannya itu, agama semakin melengkapi
diri selain dengan unsur-unsur ritual yang menggugah emosi, juga dengan
pernyataan-pernyataan iman, dan akhirnya dengan penalaran-penalaran
teologi atau ilmu kalam.
Filsafat Agama dari Whitehead ini mengantar pembaca pada
Filsafat Ketuhanan yang oleh Charles Hartshorne diberi nama
“Pan-en-theisme”. Filsafat Ketuhanan itu mereguk inspirasi spiritual
dari agama-agama dunia yang lahir di Timur Tengah dan yang lahir di
India. Tak berlebihan, kalau dalam zaman yang dieja oleh Habermas
sebagai “the Post-secular Age” ini, membaca perenungan Whitehead akan
menyegarkan iman kita masing-masing, betapapun berbeda kosakata yang
kita pakai.
"Berisi banyak pelajaran dan penalaran yang kukuh." —The New York Times
Review Pembaca ( beri review untuk buku ini )
Resensi Buku Ini
Filsafat Ketuhanan Whitehead
M. Iqbal Dawami, Seputar Indonesia, Minggu, 04 Oktober 2009
MENCARI Tuhan Sepanjang Zaman,karya filsuf Alfred North Whitehead,merupakan renungan tentang perkembangan agama dan penghayatan ketuhanan berdasarkan kosmologi proses.
Berbeda dengan konsep evolusi Darwin, kosmologi proses menganggap alam semesta berevolusi menurut “hukum” kebaikan menuju suatu tujuan. Pola atau hukum itu menjadi “format” dalam evolusi semesta.Namun,manusia yang merdeka harus jatuh bangun menafsirkannya. Sedangkan tujuan itu ialah Tuhan sebagai “muara” dari kehidupan setiap makhluk, sehingga kehidupan duniawi ini tak sekadar gelembung sabun dari kesia-siaan yang tandas.
Whitehead melihat perkembangan “agama-agama dunia”dari kacamata pe... Selengkapnya |
|
|
|
| Keranjang Belanja |
MASIH KOSONG |
|
VERSI EBOOK Mobipocket belum tersedia
|

|