Back Cover
Maklumat Perang Salib yang diserukan oleh Paus Urban II pada Konsili
Clermont setahun sebelumnya membuat seluruh peng-huni daratan Eropa
Barat bergolak. Para pendeta, kesatria, dan orang-orang miskin yang
mendengar seruan Paus Urban II untuk melakukan perang suci melawan
Islam menyambutnya penuh antusias. Paus Urban II meminta para kesatria
di daratan Eropa untuk berhenti saling bermusuhan di antara sesama umat
Kristen itu sendiri, lalu bersama-sama membulatkan tekad untuk melawan
tentara-tentara Islam yang mereka anggap sebagai "musuh-musuh Tuhan".
Di era itu, memerangi musuh-musuh Tuhan, berperang atas nama Tuhan,
menjadi martir agama, adalah tugas suci yang harus diemban segenap umat
Kristen. Mereka tidak sudi Yerusalem terus berada dalam genggaman kaum
muslimin, musuh-musuh mereka. Mereka juga tidak terima pada
serbuan-serbuan orang-orang Turki Saljuk selama ini yang selalu
mengancam dan merongrong kewibawaan Kerajaan Byzantium Kristen. Mereka
bertekad merebut tanah suci Yerusalem yang selama ini dikuasai kaum
muslimin.
Pembaca, inilah novel epik tentang sejarah Perang Salib yang sangat
detail dalam menghadirkan gelora pemaknaan religius, heroisme keagamaan
yang bernyawakan fanatisme, hingga tumbal kemanusiaan yang tak
terperikan atas nama membela Tuhan. Dan, para martir pun, sang tumbal,
bertumbangan dari kedua belah pihak...
Review Pembaca ( beri review untuk buku ini )
Resensi Buku Ini
|