Buku:7.163  eBook:3  Member:6.560  add user Join Member
Sudah menjadi member?
Konfirmasi Pembayaran
YM Dinamika     YM Dinamika
Brawijaya Moksa
Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit
Penulis: Wawan Susetya
Review: nilai Terbit : Maret 2010
Penerbit: Edelweiss ISBN: 978-602-96xxx
Ukuran: 13 x 20,5 Cover: SC
Halaman: 342 / Koran Berat Buku: 250 gram
Stock : Tersedia Belum Ada Resensi
 
 
Brawijaya Moksa

          Berbagi di Facebook

Back Cover

Ketika genderang perang sudah ditabuh oleh Prabu Girindrawardhana Raja Kediri untuk kesekian kalinya ke Kutaraja Trowulan, hati Sang Prabu Brawijaya V menjadi luluh. ''Perang hidup-mati'' antara pasukan Kediri dengan Majapahit yang identik dengan Prang Bratayuda Jayabinangun pun pecah di daerah Jingga, dekat Kutaraja Trowulan. Karena banyak para adipati atau tumenggung yang mbelot dan bergabung dengan Prabu Girindrawardhana, tak ayal prajurit Majapahit pun keteteran menghadapi prajurit Kediri, sedang sebagian yang lain meregang nyawa.
 
Ya....., istana Majapahit telah tumbang! Peristiwa itu ditandai dengan candra sengkala; "Sirna ilang kertaning bhumi" yang mengisyaratkan tahun 1400 Saka atau 1478 M.
 
"Sudahlah Putraku!" demikian kata Prabu Brawijaya V kepada Raden Patah, "Soal keyakinan janganlah dipaksa-paksakan! Silakan kalian menjadi seorang muslim yang baik, tetapi biarlah Ramandamu ini tetap menjadi penganut Budha!"


Pasca lengser keprabon dari takhtanya, Prabu Brawijaya V mengajak dua orang abdi kinasihnya Sabda Palon dan Naya Genggong pergi ke Gunung Lawu di kawasan Argo Lawu untuk menggapai kasampurnan atau moksa dengan menjalani dharma; yakni bersemadi atau tapa brata!

Berhasilkah Prabu Brawijaya V menggapai cita-citanya, moksa?

Dan, berhasil pulakah upaya Raden Patah ''mengislamkan'' Ramandanya Prabu Brawijaya V melalui ''jago'' atau utusannya, Sunan Kalijaga?



"Sirna Ilang Kertaning Bhumi, ini bukan semata-mata akhir dari perjalanan panjang Majapahit yang melelahkan setelah perang bersaudara yang berkepanjangan, namun menandai babak baru pemerintahan yang berpindah dari Budha dan Hindu Syiwa ke Islam. Sebuah novel yang menarik."
--Langit Kresna Hariadi, Penulis Novel Bestseller Gajah Mada

"Islam sebagai rahmatan lil alamin mendapat pembuktian di Jawadwipa, baik ketika berhadapan dengan penguasa Majapahit yang Budha maupun dengan Pajajaran sebagai pemeluk Sunda Wiwitan. Penyebaran agama secara santun ini pun mampu meluluhkan Prabu Kertabhumi atau Prabu Brawijaya V putra Rajasawardhana – penguasa Majapahit – yang dikenal sebagai pemeluk Budha yang taat. Puncak Gunung Lawu menjadi saksi bagaimana syahadat dikumandangkan. Novel ini telah berhasil memetakan pergerakan itu." 
--E. Rokajat Asura – penulis novel Dwilogi Prabu Siliwangi


Review Pembaca ( beri review untuk buku ini )



Resensi Buku Ini


Buku Sejenis

1.
2.
Penulis: Amelia Grey
3.
Penulis: Clara Ng
4.
5.
Penulis: M. D. Lachlan
6.
Penulis: Agus Sunyoto
7.
Penulis: Bagus Dilla
8.
9.
10.
11.
12.
Penulis: Ramsay Wood
13.
14.
Penulis: Nh Dini
15.
16.
Penulis: Taro Achi
Keranjang Belanja
MASIH KOSONG

Harga Normal Rp. 35.000
Harga Rp. 29.750
(hemat Rp. 5.250)

VERSI EBOOK Mobipocket
belum tersedia









Lupa password?

paypal logo   Bank BCA Mandiri Logo