Syifa Amori, Jurnal Nasional, Agustus 2009
Tidak cukup hanya sekadar mengandalkan analisis multidisiplin untuk
mengulas mengenai fenomena 2012 yang sejak lama disebut-sebut sebagai
titik perubahan besar-besaran kehidupan bumi dan seluruh isinya.
Ternyata pendekatan dari berbagai sudut pandang juga dianggap layak
dipakai jika para ahli memang serius ingin mengupas misteri 2012,
termasuk pendekatan spiritual, simbolisme, dan politik.
Ufuk Publishing House menerbitkan The Mystery of 2012:Prediksi, Ramalan, dan Kemungkinan,
yang secara komprehensif membahas mengenai 2012 dari berbagai aspek
Buku ini memuat penjelasan logis para ahli ternama dunia yang
mendasarkan tulisannya dari penelitian situs langsung, wawancara dan
wacana keilmuan yang bersifat empiris
Menjadikan kalender Maya
sebagai benang merah dan pusat pembicaraan dalam memprediksi, meramal,
dan membicarakan kemungkinan yang akan terjadi pada tahun 2012, buku
karya Gregg Braden dan kawan-kawan ini "menelanjangi" 2012 secara
total. Siklus Besar Kalender Maya ini, diinterpretasi ulang oleh para
ahli menjadi sebuah penemuan dan gagasan baru yang merujuk pada "pesan"
dari 2012 yang disebut sebagai masa "Perubahan Bumi".
Gregg
Braden, lewat buku ini, mencoba menjawab pertanyaan berbagai pihak soal
bukti ilmiah 2012. la mengeksplorasi kemungkinan bahwa 2012 akan
membawa pembalikan kutub magnetik bumi. Braden menggunakan perwujudan
dan prediksi Maya yang menakjubkan sebagai titik awal dan mencari bukti
ilmiah bahwa kemagnetan planet akan membalik dan bahwa titik atau badai
matahari akan jadi tanda bagi perubahan mendatang. la menarik dari
bukti fisik, teori kuantum, dan kecenderungan sejarah untuk mengukur
kemungkinan destruksi masif atau kemunculan realitas baru yang
memberdayakan pada 2012.
Dalam sebuah talkshow, Himpunan
Mahaslswa Astronomi ITB (Himastron) pernah mengajak masyarakat membaca
tanda-tanda kosmis (termasuk pembalikan kutub magnetik bumi yang
dibicarakan Braden tersebut) mengenai kiamat yang diisukan akan terjadi
tiga tahun yang akan datang lewat bahasan "2012: Kiamat Sudah Dekat".
Pada 2012 diperkirakan oleh para ilmuwan akan terjadi badai matahari yang disebabkan oleh flare (radiasi elektromagnetik matahari yang menyerupai jilatan api) yang terjadi berulang tiap 11 tahun. Jumlah flare
akan bertambah saat matahari mencapai siklus maksimumnya yang berikut
diperkirakan akan terjadi pada tahun 2011 atau sekitar 1 tahun sebelum
dan sesudahnya. Hal inilah yang menyebabkan badai matahari besar di
bumi dan berakibat kemungkinan putusnya jaringan komunikasi satelit
bumi. Maka disebutlah peristiwa ini sebagai "Kiamat Teknologi".
Jika
ternyata matahari terbukti mengalami perubahan magnetik dan bumi tampak
berada dalam tahap awal pembalikan kutub, lalu bagaimana ini bisa
terkait dengan sistem kalenŽder Maya? Pertanyaan penting inilah yang
ingin dijawab Braden lewat deskripsi atas berbagai penelitiannya pada
situs-situs kuno Maya dan pengkajian mendalam atas filosofi dan ilmu
pengetahuan yang disertakan suku Maya dalam kegiatan ritual mereka.
Observasi astronomi sangat akurat selama benabad-abad para astronom
genius Maya memberi pertanda, tanggal 21-12-2012 akan menjadi kelahiran
zaman baru. Masa itu paling sakral sekaligus paling berhahaya dalam
sejarah Bumi. Dalam antologi The Mystery of 2012
ini, Braden sebagai ahli sistem komputer untuk ruang angkasa yang
menjem-batani ilmu pengetahuan dan spiritualitas menyatakan bahwa yang
terpenting bukan apa yang akan terjadi, tetapi bagaimana potensi
kolektif muncul dari pemahaman holistik dan kesadaran tentang siapa
diri kita di tengah Semesta Raya.
Dari kitab Weda Hindu yang
berusia 8 ribu tahun, kalender Ibrani yang berusia 5.000 tahun, sampai
ramalan pribumi Asia dan Amerika; tradisi leluhur mengemukakan bahwa
sesuatu yang sangat besar akan terjadi dalam masa kehidupan kita dalam
sejarah, meski tak ada ramalan yang mengatakan bahwa sesuatu yang
sangat besar. itu pastilah akhir dari dunia. Yang pasti, penekanannya
adalah pada perubahannya.
Menurut Braden, dalam titik pilihan
2012 perbedaan ramalan Mayandari prediksi umum budaya lain adalah bahwa
ramalan Maya memiliki waktu perpanjangan yang terjadi dalam masa hidup
kita.
Siklus akhir kalender Maya yang samar dan tak dapat
dijelaskan bersesuaian dengan serangkaian peristiwa nyata, yang
sebagian di antaranya sedang terjadi sekarang ini. Inilah beberapa hal
yang kita ketahui dengan pasti, (1) Akhir dari Siklus Besar Maya
menandai konfigurasi langka planet kita, sistem tata surya kita, dan
pusat galaksi kita sesuatu yang tidak akan terjadi lagi dalam 26 ribu
tahun berikutnya, (2) Pada 10 Maret 2006, siklus badai matahari dan
siklus baru dimulai. Diperkirakan akan mencapai puncak pada tahun 2012
dengan intensitas 30 sampai 50 persen lebih besar daripada siklus
sebelumnya, dan (3) Ilmuwan sepakat bahwa medan magnetik bumi melemah
dengan cepat dan sebagian menduga bahwa kita tengah berada di tahap
awal pembalikan kutub.
Sementara Peter Russel dalam tulisannya
Ketunggalan Dalam Waktu lebih banyak bercerita tentang perubahan di
tahun 2012 sebagai dampak evolusi yang berakselerasi. Penulis From Science to God
ini menerapkan teori evolusi dan perubahan waktu ke teknologi, planet,
dan kehidupan kita; dalam kehidupan kita; dalam dekade berikutnya dan
setelahnya.
Russel juga menyebut-nyebut soal permulaan zaman
kearifan ketimbang menamai fenomena 2012 sebagai kiamat. Menurutnya,
tiap fase baru dalam inteligensi yang berkembang berlangsung dalam
pecahan waktu dari fase sebelumnya sehingga kita dapat mengharapkan
permulaan Zaman Kearifan yang berlangsung selama berpuluh-puluh tahun
yang akan berpijak di Zaman Informasi.
Tidak semuanya di dalam
buku ini bersifat ilmiah melalui kalender dan kosmologi Maya. Beberapa
penulis juga mengajak pembaca untuk mendekati isu 2012 lewat kajian
ilmu pengetahuan, bisnis, dan politik dalam konteks 2012. Pada bagian
III, pembaca bahkan diajak untuk menyikapi dan menelaah prediksi
tentang 2012 dengan berpijak pada penelitian dan pengajaran
spiritualitas, tanda, dan simbolisme di Seputar 2012. Misalnya
literatur berjudul Jam Sedang Berdetak (Arjuna Ardagh), Cinta Liar yang Membebaskan Kita (Gill Edwards), Kode Kitab Suci (Lawrence E. Joseph), Sakral Bangsa Mesir (Sharron Rose), dan banyak lagi.
Alih-alih
hanya membahas tentang gejala alam dan sosial menjelang 2012, penulis
seperti Daniel Pinchbeck lewat tulisannya Bagaimana Ular Mengelupas
Kulitnya: Jalur Tantrik Menuju Transformasi Global, justru
menggambarkan juga prediksi dan kajian pasca 2012 dalam bagian empat
yang berjudul Manusia Baru: Evolusi Menuju 2012 dan Masa Setelah Itu.
Ada pula pembahasan soal misteri 2012 sebagai kebangkitan menuju
realitas yang lebih besar yang dipaparkan secara detail oleh Jean
Houston.
Dengan berbagai bidang ilmu dan pendekatan, pembaca
sesungguhnya bisa kembali mencermati makna di balik pembicaraan santer
soal 2012 dan bisa dengan lebih bijaksana memilih untuk memahami ini
sebagai fenomena natural atau sebuah omong kosong yang dilebih-lebihkan
sehingga menjadikan misteri 2012 sebagai isu kontroversial yang bahkan
juga belum diketahui sebagian besar penduduk dunia, seperti yang
diungkapkan ilmuwan lain yang membuktikan bahwa 2012 tak lebih dari
sekadar interpretasi berlebihan para peneliti.
Terkait benar
atau tidak dan percaya atau tidaknya perubahan bumi besar-besaran pada
2012 nanti, antologi The Miystery of 2012 berisi bahasan fakta empiris
yang bermanfaat. Dengan ilustrasi yang dibuat untuk membantu pembaca
lebih memahami keterkaitan antara unsur penelitian, buku ini
mendeskripsikan bagaimana perjalanan penulis seperti John Mayer Jenkins
ke sumber jawaban-kalender Maya asli dan kearifan abadi yang
dikandungnya, pengujian Gregg Braden tentang bukti ilmiah berkaitan
dengan perubahan dalam medan magnet bumi dan bagaiŽmana itu memengaruhi
seluruh kehidupan, eksplorasi Barbara Marx Hubbard dan Peter Russel
tentang laju percepatan evolusi mengapa kita mungkin akan
bertransformasi menjadi spesies baru, atau juga penyelidikan Daniel
Pinchbeck tentang perubahan kesadaran yang akan diperlukan untuk umat
manusia untuk menyelamatkan 2012.
Pada akhirnya, berbagai kajian
yang dimulai dari peninggalan sistem kalender Maya hingga teori
kesadaran manusia dalam mengharmonisasikan diri dengan alam ilahiah,
akan membawa pembaca pada kebijaksanaan dalam menjalani hidupnya di
alam raya yang tak pernah berhenti berevolusi ini ?
|